Saudaraku warga pulau tidung, harus kita akui sektor Pariwisata sangat
berpengaruh thd perekonomian masy pulau tidung, kalo boleh saya beri
prosentase mgkn sekitar 70% ekonomi kita ditunjang oleh para wisatawan.
Terbukti sejak awal januari hingga saat ini berkurangnya pengunjung ke
pulau kita amat mempengaruhi lesuhnya keuangan sbagian besar penduduk pulau tidung, sehingga DayaBeli Masykt pun jadi lemah.
Persoalannya apakah kita sdh mengetahui penyebab berkurangnya kunjungan wisata ke pulau tidung?
Mnurut pndapat saya, yang jg sy kumpulkan masukan dari bberapa wisatawan yang pernah ke Tidung, sbg berikut :
1. Membludaknya jmlh kendaraan bermotor di pulau tidung sehingga
terbantahkan-lah benak para tamu ttg pulau tidung, yang sblmnya mereka
anggap "pulau" mrupakan tmpat yg tenang dan sunyi tempat mereka
sharusnya "back to nature". Tapi ternyata tahukah kita bahwa deru
gagah-gagahan kita menunggangi sepeda motor atau Bentor, secara tdk lgsg
mengusik atau bahkan mengusir mereka untuk tdk lagi2 mengunjungi pulau tidung. Disini solusinya adalah : beranikah kita tuk membuat kearifan
lokal tuk "menyingkirkan" sluruh kendaraan bmotor dari tanah pulau tidung?
Demi mempertahankan wisata di pulau ini.
2. Stop membuang
sampah ke laut n sembarang tempat. Trutama mari kita mmungut
SAMPAH-SAMPAH HANYUTAN di pantai2 terdekat dg rmh kita, demi bersihnya
pantai n laut kita.
3. STOP PEMBONGKARAN BATU KARANG. Karna apa
guna kita berlomba membangun homestay mewah dg BAHAN MATERIAL LAUT,
sementara wisatawan mulai berbondong meninggalkan pulau tidung karna tdk
ada lg yang dilihat pd saat mereka ber-snorkeling.
Oleh sebab itu
kami mengajak masyarakat terutama para pelaku wisata untuk mulai
bergerak meng-kampenye-kan Gerakan ANTI KENDARAAN BERRMOTOR, ANTI SAMPAH
dan ANTI PENJARAHAN BATU KARANG.
Karna kalo pulau tidung nyaman dan
indah harga paket semahal apapun tdk akan dipermasalahkan oleh
wisatawan, maka dg sendirinya Tidung akan full booking tiap weekend-nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar